HIMASOS FISIP UNS dalam
mengingat dan mengenang tragedi 13 Mei 1998 mengadakan acara pemutaran film
OEKE dan diskusi yang dilaksanankan pada hari Selasa, 13 Mei 2014 pukul 13.35
bertempat di Public Space 3 FISIP UNS. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa
mahasiswi sosiologi, dan Komunitas Jejer Wadon.
Pertama, acara ini dibuka
oleh MC kemudian dilanjutkan sambutan dari Bp. Ramdhon yang memberikan sambutan
dan pengantar sedikit tentang Kerusuhan tahun 1998 yang mengingatkan kita agar
tidak boleh melupakan masa lalu dan harus merawat ingatan Mei 1998. Acara
dilanjutkan dengan pembacaan puisi. Pembacaan puisi yang pertama oleh Elga Jatu
Nataya yang berjudul Mayat Politik. Dan yang kedua oleh Syaifudin Hafiz yang
berjudul Den Merah Den yang mengkritik tentang produk-produk asing dan
birokrasi di Indonesia. Setelah
pembacaan puisi, dilanjutkan dengan pemutaran film OEKE selama 15 menit
yang dibuat oleh Komunitas Jejer Wadon dan Komnas Perempuan. Film OEKE ini
tentang Kerusuhan Mei 1998 dan kesaksian-kesaksian dari para korban. Diskusi
dipimpin oleh Arini Purwo. Diskusi ini menghadirkan pembicara yaitu Joko Narimo
sebagai film maker dan Fera Kartika sebagai aktivis tahun 1998. Sesi pertama
diskusi, dibuka 3 penanya yaitu Tria, Fitri, dan Uji. Sesi kedua, dibuka
kembali dengan 3 penanya yaitu Wijayanto, Ami, dan Dita. Dari diskusi tersebut
dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kita berkewajiban merekam segala kejadian
di sekitar kita untuk menjadi sejarah dan selalu merawat ingatan tersebut, agar
dapat dijadikan sebuah pembelajaran dimasa yang akan datang. Acara ini ditutup
dengan penampilan dari Fajar Merah yang menyanyikan lagu Kebenaran Akan Terus
Hidup dan Fitri Nganthi Wani yang membacakan puisi berjudul Aku Masih Utuh dan
Kata-kata yang Belum Binasa.
Komentar
Posting Komentar