Langsung ke konten utama

Upgrading Himasos FISIP UNS 2016

Penataran atau yang sering juga disebut dengan Upgrading merupakan salah satu acara yang tak boleh terlewatkan dalam sebuah organisasi. Dengan tujuan untuk meningkatkan mutu organisasi Upgrading selalu dilaksanakan diawal kepengurusan baru, begitu juga dengan HIMASOS Fisip UNS yang tak pernah lupa melaksanakan Upgrading di setiap awal periode kepengurusan. Selain berguna untuk meningkatkan mutu organisasi upgrading juga berguna untuk mengenal dan merekatkan hubungan antar pengurus, juga sebagai sarana pemberian gambaran tentang Himasos dan program kerjanya dalam satu periode.
Pada awal Juni 2016, tepatnya tanggal 3 hingga 4 Juni 2016. Himasos mengadakan acara Upgrading yang dilaksanakan di sebuah Villa di daerah Wisata Tawangmangu. Dengan menggunakan dua buah mini bus dan beberapa motor, pengurus Himasos periode 2016 berangkat menuju Tawangmangu. Sekitar pukul 17.00 WIB rombongan tiba di Villa kemudian dilanjutkan dengan acara pembagian kamar, setiap kamar diisi empat hingga lima orang pengurus yang tergabung dalam satu bidang dengan tujuan untuk merekatkan hubungan kepala bidang dengan para staff nya. Hingga malam hari tiba kegiatan berlanjut dengan agenda sholat berjama’ah dan makan malam bersama yang kemudian dilanjutkan dengan acara sharing antar pengurus dan juga alumni meski dingin serasa menusuk-nusuk kulit acara sharing berjalan hangat, seru dan penuh rasa kekeluargaan bahkan waktu terasa berjalan begitu cepat hingga pukul 12 lewat akhirnya ketua Himasos menyarankan untuk  segera beristirahat malam karena di hari selanjutnya masih ada beberapa agenda yang harus dijalani.
Pagi yang dingin, juga embun masih begitu tebal menyelimuti daerah sekitar Villa, namun wajah ceria penuh semangat tampak di raut-raut wajah para pengurus baru ini. Senam pagi bersama dengan bertelanjang kaki dilaksanakan di halaman Villa, dengan suara music yang energic membuat suasana senam pagi makin seru. Setelah matahari mulai bersinar terang agenda pun dilanjutkan dengan games sederhana namun cukup menguras otak untuk berstrategi, pengurus dibagi kedalam empat kelompok dimana setiap kelompoknya terdiri dari 7 hingga 8 pengurus. Games yang pertama pengurus ditantang untuk menyalurkan karet dari orang yang ada dibagian depan hingga ke orang yang ada di bagian belakang dengan menggunakan sedotan yang digigit kemudian orang yang dibagian belakang harus menusukkan tomat di dalam ember dan menyalurkannya kembali hingga ke orang yang ada di bagian depan, games ini berjalan sangat seru namun cukup sulit karena tomat yang cukup berat sehingga sering kali terjatuh ditengah jalan. Games kedua yaitu memainkan permainan tradisional boiboian istilahnya yaitu pengurus dibagi kedalam dua tim yang kemudian salah satu tim bertugas melempar bola kea rah lawan sedangkan tim yang satu bertugas menyusun beberapa batu hingga dapat berdiri tegak permainan ini diwarnai dengan gelak tawa karena terkadang tim yang berjaga lupa dengan anggotanya sehingga melemparkan bola kearah yang salah. Setelah puas bermain pengurus membersihkan diri dan kemudian makan bersama. Setelah itu beberapa pengurus menonton tv bersama, ada yang bermain gitar dan menyanyi adapula yang membagikan snack acara yang santai penuh dengan canda tawa hingga pukul 13.00 WIB bus untuk membawa Himasos kembali ke Solo telah tiba dan acara yang terakhir yaitu sesi dokumentasi tergambar jelas di dalam foto raut-raut penuh kebahagiaan dan rasa kebersamaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diskusi Kartini Kontemporer

Dalam Menyambut Hari Kartini Kemarin HIMASOS khususnya bidang 2 membuat seminar "Kartini Kontemporer & Pengorganisasian Gerakan Perempuan” yang membahas tentang Buku "PANDORA" Dengan Narasumber Akhmad Ramdhon (Dosen Sosiologi UNS) yang membahas tentang "Kartini Jaman Sekarang" dan Siti Harsun (Anggota FAMMI) yang membahas tentang Pengorganisasian Perempuan dan Sharing Buku Pandora

#NGOPINIh 3

Benarkah kita sudah Merdeka FEATURED “Tujuh belas agustus tahun empat lima, itu lah hari kemerdekaan kita… hari merdeka, nusa dan bangsa… hari lahirnya bangsa indonesia” 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia dihadapkan pada titik awal perubahan jati diri mereka. Sebuah bangsa, yang dahulu dijajah, ditindas, dan tidak bisa menentukan nasibnya sendiri, hari itu berubah menjadi bangsa yang merdeka, ditandai dengan pembacaan naskah proklamasi oleh Ir.Soekarno, di kediamannnya, Jalan Pegangsaan Timur no. 56, Jakarta. Kala itu, bangsa Indonesia mampu menunjukkan kepada dunia bahwasanya mereka bisa menentukan nasibnya sendiri. Serangkaian peristiwa pasca-kemerdekaan pun tidak mampu meruntuhkan kedaulatan NKRI lagi. Kala itu juga, ada istilah di Indonesia yang terkenal yaitu “Berdikari” (Berdiri diatas kaki sendiri). Istilah tersebut dipopulerkan oleh Ir.Soekarno. Istilah ini jelas bukan hanya sekedar cuap-cuap semata. Menurut Ir.Soekarno, ia ingin menunjukkan bahwasanya Indonesia...

Diskusi Mengenang Mei 98

HIMASOS FISIP UNS dalam mengingat dan mengenang tragedi 13 Mei 1998 mengadakan acara pemutaran film OEKE dan diskusi yang dilaksanankan pada hari Selasa, 13 Mei 2014 pukul 13.35 bertempat di Public Space 3 FISIP UNS. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa mahasiswi sosiologi, dan Komunitas Jejer Wadon.